STIS Melahirkan Generasi Emas untuk Umat

apel senin stis putri

Menghadapi tantangan pendidikan ke depan, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan optimis mampu mencetak generasi emas, sebagai solusi terhadap problematika umat di tengah masyarakat sekarang.

Optimisme sekaligus harapan itu disampaikan oleh Masykur Suyuthi, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah di hadapan ratusan mahasiswi yang memenuhi pelataran Kampus STIS Hidayatullah Putri Balikpapan dalam acara Apel Senin Pagi (4/2).

Menurut Masykur, layaknya emas pada umumnya, generasi emas adalah sosok manusia yang selalu dicari. Emas selalu berharga dan punya nilai mahal dibanding jenis batu lainnya.

“Dalam kondisi apapun, emas itu berbeda. Ia dicari. Tak peduli bentuk dan keadaan di sekelilingnya,” jelas Masykur.

Generasi emas, lanjut Masykur, adalah pemuda yang fokus pada pengembangan dan aktualisasi diri. Pemuda yang tak suka menyalahkan orang lain dan lingkungan sekitar.

Karakteristik generasi emas, lanjut dia, juga siap untuk ditempa dengan berbagai macam jenjang penggemblengan. Sebab diyakini potensi dan kemampuan itu hanya muncul setelah diasah dan disaring dengan uji kekaderan sekian lama.

“Ini sejalan dengan prinsip para penuntut ilmu. Bahwa ilmu itu mesti didatangi dengan sungguh-sungguh dan penuh pengorbanan. Ilmu tidak bisa dicapai dengan santai apalagi hanya berleha-leha begitu saja,” ucapnya.

Terakhir, ustadz lulusan Magister Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor tersebut mengingatkan tentang harapan para orangtua dan sesepuh pesantren.

Mereka disebut berbangga bukan hanya karena mewariskan sarana dan prasarana yang sudah luas dan megah secara fisik. Tapi jika mereka mendapati para pemuda yang ada sudah siap menjadi generasi pelanjut perjuangan dakwah Islam ini, imbuhnya.

“Orang tua itu bersyukur kalau generasi penerusnya sudah siap menerima tongkat estafeta tersebut. Sebab inilah yang dimaksud sosok generasi emas itu,” pungkas Masykur.

Leave us a Comment