Kembali Dibuka

PMB

Tahun Ajaran 2016-2017

STIS Hidayatullah Balikpapan kembali mengajak para alumni SMA/SMK/MA untuk dididik dan dikader menjadi seorang yang berkarakter pemimpin dan ulama.

Info Selengkapnya
Segera Mendaftar

PMNH 1437 H / 2016 M

Pernikahan Mubarokah Nasional Hidayatullah 1437 H / 2016 M

Persembahan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan Untuk Para Pemuda

Info Selengkapnya
Kembali Dibuka

PMB Kelas Khusus (EKSTENSION)

Tahun Ajaran 2016-2017

STIS Hidayatullah Balikpapan berupaya mengakomodir keinginan masyarakat yang ingin berkuliah tanpa harus mengganggu kesibukannya sehari-hari. Olehnya, manajemen STIS Hidayatullah pada tahun ini kembali membuka KELAS KHUSUS yang diperuntukkan bagi masyarakat umum.

Info Selengkapnya
Tak Pernah Berhenti Melayani

Fasilitas

Menjadi salah satu keseriusan Kami

Melengkapi sarana fisik dan non-fisik adalah salah satu prioritas kami untuk menciptakan suasana kepengasuhan dan pembelajaran yang nyaman

Info Selengkapnya
Jurnal ulumul syar'i

KARAKTER MAHASISWA

  • Faqihu fid Diin (Faqih dalam Agama/Ulumuddin)

  • Mustaqim fil Manhaj (Konsisten terhadap Manhaj Ahlus Shunnah)

  • Mujahidun fii Sabilillah (Berjiwa Mujahid di Jalan Allah)

  • Mutqinun fil Mihnah (Profesional dalam Bidang Keahliannya)

  • Mukhlisun fil 'Amal (Ikhlas dalam Beramal

Berita Terbaru

Senin, 26 September 2016

Awali Tahun Akademik Baru, STIS Kirim Dua Dosen Kuliah Pascasarjana


STISHID- Di antara hasil dan rekomendasi Rapat Kerja (Raker) Tahunan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS)  Hidayatullah ialah peningkatan kualitas Sumber Daya Insani (SDI) dosen sebagai tenaga pendidik.

Sejalan itu, tahun akademik 2016 ini STIS kembali mengirim dua orang dosen pengajar untuk menempuh pendidikan Program Pascasarjana, Magister (S2) dan Doktoral (S3).

Kali ini yang mendapat amanah belajar tersebut adalah Muhammad Rizki Kurnia Sah dan Arfan. Nama yang disebut pertama diamanahkan kuliah Magister di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia, Bogor.

Sedang Arfan, melanjutkan program Doktoral di Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari, Banjarmasin. Sebelumnya, dosen pengajar Akhlak Tasawwuf tersebut berhasil menyabet beasiswa Program 5000 Doktor Kementerian Agama (Kemenag).

Disebutkan Ketua STIS, Dr. Abdurrohim, M.S.I, upaya sekaligus prestasi ini sebagai hal yang layak disyukuri bersama. "Alhamdulillah ini semua karunia Allah. Sudah komitmen STIS untuk mengirim dosen tugas belajar setiap tahunnya," ucap ustadz yang menyabet gelar doktor dari UIN Yogyakarta.

Menurut Abdurrohim, hal yang patut disyukuri lainnya adalah kemudahan yang selalu diberikan dalam peningkatan kualitas SDI tersebut.

Diketahui, pertengahan Agustus 2016 lalu, STEI Tazkia berkenan mengadakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, di Pondok Pesantren Hidayatullah, Gunung Tembak Balikpapan.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah, Nashirul Haq, Lc. MA dan Dr. Muhammad Syafii Antonio, selaku pendiri STEI Tazkia. [Baca juga : Memorandum of Understanding (MoU) STEi Tazkia dengan Pesantren Hidayatullah.]

Seperti disebutkan di atas, sejak beberapa tahun lalu, STIS Hidayatullah rutin mengirim para dosen secara bergantian untuk peningkatan kualitas SDI.

Sebelumnya, Masykur, dosen STIS lainnya, berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Pendidikan Islam (M.Pd.I) di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Mei 2016 lalu. Sedang di tahun 2015, sebanyak enam orang dosen STIS juga sudah menggondol gelar Magister Manajemen (MM).

Terakhir, dosen STIS Lukman Hakim, hingga saat ini masih menempuh pendidikan Magister Pendidikan Bahasa Arab (PBA) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

 "Ini adalah upaya konkrit STIS agar lebih maksimal berkontribusi terhadap perkembangan dakwah dan menyiapkan tenaga kader dakwah," papar Abdurrohim.

"Mohon doa dari semuanya, semoga STIS ke depan mampu memberikan layanan pendidikan dan pengkaderan lebih baik lagi," pungkasnya menutup.*/Masykur/STISHID

Berita ini juga dapat dibaca melalui Android. Segera Update aplikasi STISHID untuk Android . Install/Update Aplikasi STISHID Android Anda Sekarang !

Rabu, 21 September 2016

UIM Sumbang Kitab Tafsir Muyassar untuk STIS Hidayatullah



STISHID- Bertempat di Masjid Agung ar-Riyadh Balikpapan, Panitia Daurah dan Muqabalah (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) Universitas Islam Madinah (UIM) memberi bantuan Kitab Tafsir Muyassar kepada Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah, Selasa, 6-9-2016.

Dalam acara serah terima simbolis itu, Pimpinan Umum Hidayatullah, KH. Abdurrahman Muhammad berkenan mewakili panitia daurah. Sedang STIS Hidayatullah diwakili oleh Ketua STIS, Dr. Abdurrohim, M.S.I.

Dihubungi terpisah, Abdurrohim menyatakan bersyukur atas bantuan tersebut. Sedianya Kitab Tafsir tersebut menjadi rujukan tambahan dalam mengkaji hukum-hukum syariah yang ditekuni mahasiswa selama ini.

"Alhamdulillah, STIS membuka diri untuk bekerjasama dengan berbagai pihak. Termasuk siap menyalurkan sumbangan buku atau kitab-kitab lainnya," ungkap doktor lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut.

Selain menyumbang sejumlah Kitab Tafsir Muyassar, panitia daurah juga membagikan ratusan Mushaf "Al-Qur'an Madinah" ke beberapa masjid/ mushalla di sekitar lingkungan pelaksanaan Daurah dan Muqabalah.

Mushaf asli terbitan Percetakan Majma' Malik Fahd, Madinah tersebut dibagikan secara bersamaan dalam acara serah terima simbolik, bakda Shalat Subuh berjamaah tersebut.

Dalam pantauan langsung media stishid, penerima bantuan mushaf, di antaranya adalah Masjid Agung ar-Riyadh, Jl. Mulawarman Rt. 25 Teritip, Mushalla al-Muhajirin Madrasah Ibtidaiyah Raadhiyatan Mardhiyyah Putra, Mushalla Sakinah Jamilah Madrasah Aliyah Raadhiyatan Mardhiyah Putri, dan Masjid Ahlus Shuffah, Pesantren Tahfidz, Gunung Binjai, Balikpapan.

"Alhamdulillah, kami hanya menyalurkan amanah dari para masyaikh. Semoga menjadi pahala jariyah buat semuanya," ujar Dinul Haq, panitia daurah.

"Satu lokasi masjid atau mushalla mendapat satu kardus berisi 40 buah mushaf al-Qur'an," lanjutnya menjelaskan.

Disampaikan sebelumnya, para masyaikh yang mengajar dalam kegiatan Daurah dan Muqabalah UIM, tak sekali menyatakan kekagumannya kepada jamaah masjid ar-Riyadh atas kesungguhan yang tampak dalam mempelajari al-Qur'an.

"Masya Allah, al-Qur'an itu hidup secara nyata di lingkungan ini," ucap Dr. Abdullah al-Madani, dosen pengajar Hadits di UIM, mewakili masyaikh lainnya.

Untuk diketahui, masjid yang dimaksud juga menjadi mitra STIS Hidayatullah dalam menggembleng mental dan spritual para mahasiswa dengan berbagai kegiatan di masjid.

Mulai dari halaqah al-Qur'an yang meliputi pembenahan bacaan (tahsin tilawah) dan tahfidz (menghafal) serta halaqah taklim diniyah lainnya.

Khusus yang disebut terakhir mencakup beberapa kajian kitab. Yaitu kajian Fiqh atau Hadits Ahkam, Sirah Nabi, Adab dan akidah, serta Tafsir Maudhu'i (tematik).*/Masykur Abu Jaulah/STISHID

Berita ini juga dapat dibaca melalui Android. Segera Update aplikasi STISHID untuk Android . Install/Update Aplikasi STISHID Android Anda Sekarang !

Senin, 19 September 2016

Raker STIS Hasilkan Program I'dad


STISHID -- Bertempat di Meeting Room Lantai Dua, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahunan, akhir bulan Agustus lalu.

Raker yang bertajuk "Merajut Ukhuwah Islamiyah dalam Meningkatkan Kinerja yang Optimal" tersebut diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan STIS.

Dalam sambutannya, Ketua STIS, Dr. Abdurrohim, mengingatkan pentingnya ukhuwah sebagai pondasi dasar muamalah orang beriman, termasuk dalam proses pendidikan dan pengkaderan mahasiswa di STIS.

"Ukhuwah tak datang dengan sendirinya, melainkan harus diupayakan dengan membudayakan kultur Islam di tengah lingkungan kampus," ucap Abdurrohim.

Diharapkan STIS, seluruh dosen bisa memberi teladan yang baik dalam menghidupkan budaya ilmu dan ukhuwah. Tak hanya di ruang-ruang kelas formal, tapi juga di masjid, asrama, dan lapangan.

Untuk diketahui, salah satu rekomendasi Raker STIS 2016 adalah peluncuran program baru bernama Program I'dad atau kelas persiapan selama setahun. Setelah itu mahasiswa I'dad yang terseleksi berhak belajar di Jurusan Syariah.

Sedianya kelas tersebut dihuni oleh para mahasiswa baru yang dianggap masih membutuhkan pengajaran lebih intens Bahasa Arab Dasar dan pembenahan (tahsin) bacaan al-Qur'an.

"Kami sudah siapkan beberapa materi Bahasa Arab Dasar seperti Kitab Durus al-Lughah, Sharaf, Imla, serta Tathbiq al-Lughah," ujar Sukman, S.H.I pengajar tetap program I'dad.*/Masykur Abu Jaulah/STISHID

Berita ini juga dapat dibaca melalui Android. Segera Update aplikasi STISHID untuk Android . Install/Update Aplikasi STISHID Android Anda Sekarang !

Kamis, 15 September 2016

Waka II STIS: "Lulusan STIS Marketable Sepanjang Waktu di Masyarakat"


STISHID -- Disadari, mengemban amanah sebagai (salah satu) lembaga pendidikan tinggi dan pengkaderan bukanlah hal yang terbilang gampang.

Demikian simpulan dari pertemuan silaturahim dosen Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah dengan pemerhati pendidikan Hidayatullah asal Surabaya, Miftahuddin, tengah Agustus lalu.

Menurut Miftahuddin, saat ini taruhan pendidikan dan pengkaderan di Ormas Hidayatullah adalah proses pembelajaran di Perguruan Tinggi Hidayatullah (PTH) tersebut.

"Jadi ujung tombak dakwah di lapangan itu lulusan STIS dan alumni PTH lainnya. Bukan yang lain," ucap ustadz yang ikut membidani lahirnya Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Lukmanul Hakim, Surabaya.

Disebutkan Miftahuddin, lokasi kampus STIS yang terletak di Kampus Induk Hidayatullah Balikpapan adalah nilai plus yang tak dimiliki oleh kampus PTH lainnya.

"Gunung Tembak adalah induk dari seluruh kampus Hidayatullah. Belum lagi celupan dari interaksi langsung dengan para pendiri, perintis, dan  kader senior Hidayatullah," ungkap ustadz Miftah.

Untuk itu, lanjutnya, STIS harus fokus pada keunggulan kampus dan program studi (prodi) yang dipunyai.

"Jadi program kerja itu harus sejalan dengan visi misi dan tujuan STIS. Upayakan fokus pada banyak kelebihan dan bukan meratapi kekurangan yang ada," terangnya lagi.

Senada, Wakil Ketua II STIS, Hidayat Jaya Miharja, M.Si. menekankan pentingnya keberlangsungan kader dakwah di tengah masyarakat.

Menurut Ustadz Harja, demikian sapaan akrabnya, kompetensi alumni STIS yang berbasis syariah adalah kebutuhan mendasar masyarakat modern saat ini.

"Semuanya akan kembali kepada prinsip syariah dan ajaran agama. Ini yang membuat lulusan STIS dibutuhkan dan marketable sepanjang waktu di masyarakat," ungkap Harja optimis.

Di hadapan para dosen, Harja menyatakan harapannya agar seluruh dosen terus memberi yang terbaik dalam mendidik dan mengkader mahasiswa.

"Silakan berkarya seluas-luasnya. Biar kami yang di lapangan yang mengurus fasilitas sarana dan kebutuhan dana lainnya," imbuhnya lagi.

Berdiri sejak tahun 2004, STIS Hidayatullah terus berbenah dan menyebar alumninya sebagai kader dakwah.

Diketahui, hingga saat ini, ratusan alumni lulusan STIS sudah menyebar ke berbagai titik dakwah di seluruh penjuru nusantara.

Terakhir, Miftahuddin mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dekat dengan Allah. Sebab diyakini pertolongan Allah itu datang atas rahmat-Nya dan juga asbab dari manusia sendiri.

"Seorang kader dakwah itu harus berpikir dan bergerak terus. Ibadah harus dijaga selalu. Dengannya pemimpin bisa mengatur dan menggerakkan orang lain," papar Miftahuddin sambil mengutip perkataan pendiri Hidayatullah, KH. Abdullah Said tentang keutamaan Shalat Lail.

"Mohon doanya semua, semoga STIS Hidayatullah bisa lebih baik lagi," pungkas Ketua STIS Hidayatullah, Dr. Abdurrohim, M.S.I berharap. */ Masykur Abu Jaulah/STISHID

Berita ini juga dapat dibaca melalui Android. Segera Update aplikasi STISHID untuk Android . Install/Update Aplikasi STISHID Android Anda Sekarang !